saat hati memilih....
kepada raga yang tak lagi diragukan untuk dicintai
berharap selalu untuk mendapatkan balasan
sehingga jiwa yang sunyi, mulai berkata
"apakah yang aku harapkan, akan bisa datang dan menjadi teman?"
"dan apakah dia juga menyimpan hal yang sama dalam hatinya?"
"suatu hal yang aku rasakan saat ini?"
pertanyaan yang tak ada habisnya
hingga suatu saat hati ini bergemuruh
ketika raga yang diharapkan telah berlabuh kepada jiwa yang lain
apapun yang terjadi....
walaupun seribu kebaikan menimpa hati ini dengan sekejap mata....
jiwa ini tetap bergemuruh
penuh dengan keresahan
saat hujan membasahi sebuah jalan menuju kegagalan
dengan deru angin penghantar kehangatan
jiwa yang penuh dengan kekaguman yang dulu dikasihi telah jauh dan tak lagi ada
hati ini telah melupakannya
tangan yang hampa dengan seribu keresahan
mengatup dan terangkat
menjadi kepalan tangan penuh harapan
bagaiamanapun dan kapanpun hati ini berkata
sang jiwa tetap berkata....
"inilah yang seharusnya kita rasakan"
bukan lagi suatu penyesalan
tapi, sebuah angan akan impian
raga itu bukanlah hal yang menjadi tujuan
tapi, raga itu adalah mimpi
yang tak pernah bisa menjadi kenyataan
yang tak bisa lagi menyatu dengan hamparan tanah pengharapan
bangkitlah dan berjuang
menatap kearah singgasana
yang penuh dengan bunga tanda keharuman
hati tak lagi bergumam
hanya
senyum yang terkembang....
saat semuanya dihadapi dengansuka dan tawa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar